Gunadarma

Uug

Rabu, 24 Januari 2018

Perencanaan Luas Areal Irigasi pada Bendung Gerak Sembayat Sungai Bengawan Solo


Perencanaan Luas Areal Irigasi pada Bendung Gerak Sembayat Sungai Bengawan Solo



Hisyam Sukri Ariefian

Jurusan Teknik Sipil Universitas Gunadarma



1.         PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang

            Irigasi merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk mengairi lahan pertanian. Dalam dunia modern, saat ini sudah banyak model irigasi yang dapat dilakukan manusia. Pada zaman dahulu, jika persediaan air melimpah karena tempat yang dekat dengan sungai atau sumber mata air, maka irigasi dilakukan dengan mengalirkan air tersebut ke lahan pertanian. Namun, irigasi juga biasa dilakukan dengan membawa air dengan menggunakan wadah kemudian menuangkan pada tanaman satu per satu. Untuk irigasi dengan model seperti ini di Indonesia biasa disebut menyiram. Pada salah satu ilmu bidang ilmu teknik sipil yaitu teknik hidro, lebih menekankan tentang permasalahan di lingkungan perairan seperti permasalahan-permasalahan pada sungai Bengawan Solo. Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) yang merupakan instansi pemerintahyang bergerak di bidang ini, yaitu teknik hidro dibawah naungan kementrian pekerjaan umum republik Indonesia. Mereka bertugas untuk mengelola dan memelihara infrastruktur yang ada di sekitar sungai Bengawan Solo.

Seiring berjalanya waktu telah terjadi banyak perubahan baik secara fisik maupun finansial pada bangunan yang telah ada. Dalam peristiwa sekarang ini Balai Besar Sungai Bengawan Solo membuat bendung gerak Sembayat yang berlokasi di Desa Sidomukti, kecamatan Bungah, kabupaten Gresik, propinsi Jawa Timur. Pemenuhan kebutuhan air bersih di wilayah Gresik sangatlah mendesak, wilayah gresik merupakan wilayah yang memiliki intesitas hujan yang rendah oleh karena itu pembangunan bendung gerak sembayat sangatlah dibutuhkan. Tujuan utama dari pembuatan bendung tersebut adalah untuk area irigasi di daerah tersebut. Bendung mampu menampung debit air sungai bengawan solo sebesar 7,102 m3 . Debit air yang mengalir pada saluran irigasi adalah 1,543 m3 /s untuk luas area sawah sebesar 632 Ha.



1.2       Tujuan Penelitian

            Tujuan pada perencanaan area irigasi ini adalah untuk memenuhi kebutuhan pengairan persawahan tanaman agar meningkatkan produksi tanaman, selain untuk memenuhi kebutuhan tanaman, yaitu untuk perkembangan kepentingan masyarakat sekitar seperti kesehatan bagi kebutuhan air, persediaan pangan dan pengembangan bercocok tanam. Pada studi ini wawasan dan pengetahuan akan ilmu hidro melalui terjun langsung ke lapangan, mengembangkan maupun meningkatkan sikap pribadi agar lebih baik, serta sebagai syarat untuk menyelesaikan studi.

1.3       Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang diambil dalam penulisan ini diantaranya:

1.        Berapa luas area yang akan dialiri?

2.        Berapa besarnya kapasitas kebutuhan air pada tanaman?

3.        Bagaimana perencanaan desain saluran irigasi yang baik?

4.        Berapa debit maksimum irigasi?