Perencanaan Luas Areal Irigasi
pada Bendung Gerak Sembayat Sungai Bengawan Solo
Hisyam Sukri Ariefian
Jurusan Teknik Sipil Universitas Gunadarma
1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Irigasi merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk mengairi lahan
pertanian. Dalam dunia modern, saat ini sudah banyak model irigasi yang dapat
dilakukan manusia. Pada zaman dahulu, jika persediaan air melimpah karena
tempat yang dekat dengan sungai atau sumber mata air, maka irigasi dilakukan
dengan mengalirkan air tersebut ke lahan pertanian. Namun, irigasi juga biasa
dilakukan dengan membawa air dengan menggunakan wadah kemudian menuangkan pada
tanaman satu per satu. Untuk irigasi dengan model seperti ini di Indonesia
biasa disebut menyiram. Pada
salah satu ilmu bidang ilmu teknik sipil yaitu teknik hidro, lebih menekankan
tentang permasalahan di lingkungan perairan seperti permasalahan-permasalahan
pada sungai Bengawan Solo. Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS)
yang merupakan instansi pemerintahyang bergerak di bidang ini, yaitu teknik
hidro dibawah naungan kementrian pekerjaan umum republik Indonesia. Mereka
bertugas untuk mengelola dan memelihara infrastruktur yang ada di sekitar
sungai Bengawan Solo.
Seiring berjalanya waktu telah terjadi banyak perubahan
baik secara fisik maupun finansial pada bangunan yang telah ada. Dalam
peristiwa sekarang ini Balai Besar Sungai Bengawan Solo membuat bendung gerak
Sembayat yang berlokasi di Desa Sidomukti, kecamatan Bungah, kabupaten Gresik,
propinsi Jawa Timur. Pemenuhan kebutuhan air bersih di wilayah Gresik sangatlah
mendesak, wilayah gresik merupakan wilayah yang memiliki intesitas hujan yang
rendah oleh karena itu pembangunan bendung gerak sembayat sangatlah dibutuhkan.
Tujuan utama dari pembuatan bendung tersebut adalah untuk area irigasi di
daerah tersebut. Bendung mampu menampung debit air sungai bengawan solo sebesar
7,102 m3 . Debit air yang mengalir pada saluran irigasi adalah 1,543 m3 /s
untuk luas area sawah sebesar 632 Ha.
1.2 Tujuan Penelitian
Tujuan
pada perencanaan area irigasi ini adalah untuk memenuhi kebutuhan pengairan
persawahan tanaman agar meningkatkan produksi tanaman, selain untuk memenuhi
kebutuhan tanaman, yaitu untuk perkembangan kepentingan masyarakat sekitar
seperti kesehatan bagi kebutuhan air, persediaan pangan dan pengembangan
bercocok tanam. Pada
studi ini wawasan dan pengetahuan akan ilmu hidro melalui terjun langsung ke
lapangan, mengembangkan maupun meningkatkan sikap pribadi agar lebih baik,
serta sebagai syarat untuk menyelesaikan studi.
1.3 Rumusan Masalah
Adapun
rumusan masalah yang diambil dalam penulisan ini diantaranya:
1.
Berapa luas area yang akan dialiri?
2.
Berapa
besarnya kapasitas kebutuhan air pada tanaman?
3.
Bagaimana
perencanaan desain saluran irigasi
yang baik?
4.
Berapa debit maksimum irigasi?
