MAKALAH
TEKNOLOGI BAGI SI MISKIN
Penyusun :
Nama : Hisyam Sukri
Ariefian
NPM : 17315830
Fakultas : Teknik Sipil dan Perencanaan
Jurusan : Teknik Sipil
Dosen : Emilianshah Banowo
JURUSAN TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS GUNADARMA
2015
PRAKATA
Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan
rahmat, hidayah dan inayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis
yang berjudul“ TEKNOLOGI BAGI SI MISKIN”
Sekiranya
bahwa selesainya karya tulis ilmiah ini tidak terlepas dari bantuan berbagai
pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasi kepada:
- Bapak Emilianshah Banowo;
Selaku
Dosen pengajar Ilmu Sosial Dasar.
Makalah
ini ditulis berdasarkan konflik terhadap pelajar di Indonesia. Upaya telah
dilakukan penulis untuk mendapatkan hasil terbaik dalam makalah ini. Penulis
menyadari bahwa karya tulis ini tak lepas dari kesalahan dan kekurangan
dikarenakan kemampuan penulis yang terbatas. Oleh karena itu penulis mengharap
kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca guna kesempurnaan karya
tulis ini. Penulis berharap semoga karya tulis ini dapat bermanfaat serta
menambah pengetahuan bagi pembaca.
Depok,9 Januari 2016
Hisyam Sukri Ariefian
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
i
Daftar
Isi
ii
BAB
I PENDAHULUAN
1
1.1 Latar Belakang Masalah
1
1.2 Rumusan Masalah
1
1.3
Tujuan Penulisan
1
1.4
Metode Penulisan
2
1.5
Sistematika Penulisan Masalah
2
BAB II PEMBAHASAN
3
2.1
Pengertian
3
2.2 Faktor-
faktor teknologi bagi si miskin
4
2.3 Hal yang menjadi pemicu kemiskinan dalam
teknologi
7
2.4 Dampak Teknologi bagi Kemiskinan
7
2.5 Hal-hal yang
dapat dilakukan untuk mengatasi kemiskinan dengan teknologi........................7
BAB III
7
3.1
Kesimpulan
7
3.2
Saran
7
3.2 Daftar
Pustaka..........................................................................................................................8
BAB 1
PENDAHULUAN.
1.1. Latar
Belakang Masalah
Teknologi informasi adalah suatu teknologi yang
digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun,
menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi
yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang
digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan
informasi yang strategis untuk mengambil keputusan. Teknologi komunikasi
merupakan perluasan dari ilmu komunikasi dengan basis teknologi seperti wireless, internet, faximille, komputer dan
sebagainya.
Penggunaannya yang tidak merata sangatlah berdampak
bagi kaum yang kekurangan, fasilitas pun dipastikan tidaklah efektif di negara
berkembang. Teknologi sendiri memiliki berbagai dampak bagi kaum kekurangan,
negatif, maupun positif, bidang pendidikan hingga ekonomi bagi si miskin.
1.2. Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah tersebut diatas
ditemukan masalah pokok yang akan
dibahas diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Apa itu teknologi ?
2. Faktor teknologi bagi si miskin?
3. Hal pemicu apa yang menjadikan
pemicu kemiskinan dalam teknologi?
4. Dampak teknologi bagi kemiskinan?
5. Bagaimana solusi untuk mengurangi
kemiskinan dengan teknologi?
1.3. Tujuan penulisan
Adapun tujuan yang ingin di capai dari penulisan karya ilmiah ini
adalah untuk menjawab rumusan masalah diatas, yakni:
1. Menjelaskan
apa itu Teknologi;
2. Mengetahui
latar belakang Teknologi bagi Kaum Miskin;
3. Menjelaskan dampak teknologi bagi kemiskinan;
4.Menjelaskan cara mengatasi kemiskinan dengan teknologi.
5.Hal-hal untuk mengurangi kemiskinan dengan Teknologi.
1.4. Metode Penulisan
Penulisan dilakukan dengan mengumpulkan sumber-sumber yang relevan
dengan bahasan sumber tulisan ; Pengkritikan
terhadap kebenaran sumber tersebut baik kritik eksternal maupun kritik
internal; Menginterpretasikan sumber-sumber yang didapat, dan menyusunya dalam
sebuah historiografi. Kami berusaha menampilkan sebuah kajian sejarah lokal
yang kritis dengan interpretasi yang mendalam.
1.5. Sistematika Penulisan Makalah
Untuk menguraikan isi dari makalah ini, kami membuat sistematika
penulisan untuk mempermudah pembaca dalam memahami isi makalah. Dimulai dengan
kata pengantar kemudian dilanjutkan dengan Bab 1 Pendahuluan, Bab 2 Pembahasan,
Bab 3 Kesimpulan dan Saran, dan terakhir Daftar pustaka.
BAB 2
Pembahasan.
2.1
Pengertian
Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan
barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan, dan kenyamanan hidup manusia.
Penggunaan
teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi
alat-alat sederhana. Penemuan prasejarah
tentang kemampuan mengendalikan api
telah menaikkan ketersediaan sumber-sumber pangan, sedangkan penciptaan roda telah
membantu manusia dalam beperjalanan, dan mengendalikan lingkungan mereka.
Perkembangan teknologi terbaru, termasuk di antaranya mesin cetak, telepon, dan Internet, telah memperkecil hambatan
fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia untuk
berinteraksi secara bebas dalam skala global. Tetapi, tidak semua teknologi
digunakan untuk tujuan damai; pengembangan senjata
penghancur yang semakin hebat telah berlangsung sepanjang sejarah, dari pentungan sampai senjata nuklir.
Teknologi
telah memengaruhi masyarakat dan sekelilingnya dalam banyak cara.
Di banyak kelompok masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi (termasuk ekonomi\ global masa kini) dan telah
memungkinkan bertambahnya kaum senggang. Banyak proses teknologi
menghasilkan produk sampingan yang tidak dikehendaki, yang disebut pencemar, dan menguras sumber daya
alam, merugikan, dan merusak Bumi dan lingkungannya.
Berbagai macam penerapan teknologi telah memengaruhi nilai suatu masyarakat, dan teknologi baru
seringkali mencuatkan pertanyaan-pertanyaan etika baru. Sebagai contoh,
meluasnya gagasan tentang efisiensi
dalam konteks produktivitas manusia, suatu istilah yang pada awalnynya hanya
menyangku permesinan, contoh lainnya adalah tantangan norma-norma tradisional.
bahwa
keadaan ini membahayakan lingkungan, dan mengucilkan manusia; penyokong
paham-paham seperti transhumanisme dan tekno-progresivisme memandang proses teknologi yang
berkelanjutan sebagai hal yang menguntungkan bagi masyarakat, dan kondisi
manusia. Tentu saja, paling sedikit hingga saat ini, diyakini bahwa
pengembangan teknologi hanya terbatas bagi umat manusia, tetapi kajian-kajian
ilmiah terbaru mengisyaratkan bahwa primata lainnya, dan komunitas lumba-lumba tertentu telah mengembangkan alat-alat
sederhana, dan belajar untuk mewariskan pengetahuan mereka kepada keturunan
mereka.
Kemiskinan adalah keadaan di mana terjadi ketidakmampuan
untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung,
pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh
kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan.
Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara
subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan
evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah
mapan, dll.
Kemiskinan
dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
·
Gambaran kekurangan materi, yang
biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan
kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan
barang-barang dan pelayanan dasar.
·
Gambaran tentang kebutuhan
sosial, termasuk keterkucilan
sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam
masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya
dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan
moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi. Gambaran kemiskinan jenis ini
lebih mudah diatasi daripada dua gambaran yang lainnya.
·
Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna
"memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia. Gambaran
tentang ini dapat diatasi dengan mencari objek penghasilan di luar profesi
secara halal. Perkecualian apabila institusi tempatnya bekerja melarang.
Kedua hal ini sangatlah berhubungan, menciptakan
suatu keuntungan maupun kerugian bagi manusia dalam teknologi, pengurangan
kemiskinanpun diharapkan ada karena teknologi, namun penyebarannya yang tidak
memadai menjadi salah satu permasalahan yang ada, kesenjangan si Kaya dan si
Miskin pun terasa sangat nyata dengan adanya teknologi.
2.2
Faktor- faktor Teknologi bagi Si Miskin
1.1 Teknologi Pendidikan bagi Si Miskin
Teknologi sebagai bagian dari ilmu pengetahuan dan teknologi secara
umum adalah semua yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan,
penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi. Dalam bidang pendidikan, Teknologi
banyak memiliki peranan. Teknologi Informasi seakan telah menjadi pengalih
fasihan buku, guru dan sistem pengajaran yang sebelumnya masih bersifat
konvensional. Teknologi Informasi menyebabkan ilmu pengetahuan menjadi kian
berkembang dan berkembang. Namun, teknologi juga memiliki dampak positif dan
negative terhadap kehidupan, salah satunya yang menonjol adalah di bidang
pendidikan.
Teknologi yang memiliki peranan untuk mengikuti perkembangan
zaman sangatlah penting bagi penyebarannya ke seluruh wilayah maupun kalangan,
perkembangannya yang pesat menyebabkan adanya ketertinggalan untuk beberapa
orang yang menikmatinya, terutama kaum miskin, ketiadaan biaya membuat mereka
lambat akan mendapatkan konsumsi perkembangannya, fasilitas pemerintah pun
dirasa sangat berat karena pembiayaan yang tinggi. Namun dengan adanya sekolah
yang berfasilitas Teknologi dapat mengurangi adanya lambat pengetahuan
teknologi bagi kaum si miskis, namun dapat dipastikan pula, hanyalah
sekolah-sekolah “mahal” yang memfasilitasi itu, adapun sekolah yang memiliki
cangkupan Teknologi yang memadai bagi kaum miskin tidaklah banyak dan tidak
menyebar keberadaannya.
1.2
Teknologi Ekonomi bagi Si Miskin
Dalam perekonomian suatu negara, teknologi informasi mulai
dirasa mempunyai peran yang penting dalam perekonomian suatu negara karena
dengan berkembangnya teknologi informasi, perekonomian suatu negara mulai
memperlihatkan perubahan yang cukup signifikan. Banyak hal yang dirasa berbeda
dan berubah dibandingkan dengan cara yang berkembang sebelumnya. Saat sekarang
ini jarak dan waktu bukanlah sebagai masalah yang berarti untuk mendukung
pertumbuhan ekonomi, berbagai aplikasi tercipta untuk memfasilitasinya.
Perekonomian suatu negara dapat dilihat dari perkembangan teknologi informasi
dan komunikai di negara tersebut. Semakin tinggi perkembangan teknologi
informasi maka semakin tinggi pula pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Namun
perkembangan teknologi informasi ini juga memiliki sisi negatif, dimana banyak
penyalahgunaan teknologi dalam melakukan tindak kriminal.
Namun seiring berjalannya waktu, teknologi dapat mengurangi
tingkat kemiskinan suatu wilayah, mengurangi jumlah pengangguran, penambahan
pendapatan, hingga dipermudahnya suatu usaha karena adanya teknologi itu semua
dapat dimanfaatkan oleh beberapa orang yang dapat mengatur adanya teknologi
sebagai ladang pendapatan.
Kemajuan teknologi adalah sesuatu hal yang tidak bisa dihindari
dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan
kemajuanm ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat
positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara
baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi
masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang
telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun demikian, walaupun pada
awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga juga
memungkinkan digunakan untuk hal negatif dari kemajuan teknologi dalam kehidupan
manusia.
Di Amerika Serikat
Regulator telekomunikasi mengungkapkan rencana untuk mensubsidi internet
berkecepatan tinggi bagi kalangan rumah tangga miskin. Hal itu disampaikan
oleh Ketua Komunikasi Federal, Tom Wheeler. Badan komunikasi itu, kata Wheeler,
telah mengajukan rencana untuk memeriksa program Lifeline, yang memberikan
layanan telepon sampai akses online murah bagi masyarakat
berpendapatan rendah. "Akses pita lebar (broadband) adalah
penting untuk mencari pekerjaan, lebih dari 80 persen pekerjaan di Fortune 500
(perusahaan besar dunia) dibuka secara online," ujat Wheeler
dalam postingan di blog organisasi dikutip dari Economictimes, Jumat 29 Mei 2015. Ia mengatakan gagasan
itu juga didorong oleh para perusahaan yang makin membutuhkan calon karyawan
yang memiliki keahlian literasi digital dasar.
"Jadi kita tergantung pada pita lebar untuk
mengelola dan menerima perawatan kesehatan, dan membantu anak kita mengerjakan
pekerjaan rumah mereka," kata dia.
Tuntutan untuk
memiliki kemampuan digital itu sayangnya berbenturan dengan kondisi penghasilan
rumah tangga di negeri Paman Sam. Disebutkan hampir 30 persen orang Amerika,
mayoritas berpenghasilan rendah. Mereka, kata Wheeler, masih lemah untuk
mengakses layanan pita lebar. "Sementara lebih dari 95 persen rumah
tangga dengan pendapatan lebih dari US$150 ribu sudah (cukup) pita lebar, hanya
48 persen dari mereka yang membuat kurang dari US$25 ribu yang telah memiliki
layanan pita lebar di rumah," ungkap dia. Wheeler mengatakan
hampir setengah dari rumah tangga berpenghasilan rendah di Amerika terpaksa
harus membatalkan layanan ponsel pintar karena kesulitan keuangan."Dunia
pita lebar 'kaya' dan 'miskin' adalah dunia yang mana tak satu pun dari kita
akan memiliki kesempatan menikmati buah dari pita lebar yang ditawarkan,"
kata dia.
Namun ide internet untuk kaum miskin itu tampaknya akan menghadapi kendala. Disebutkan beberapa anggota parlemen mengeluhkan program internet murah yang dinamakan juga Obamaphone.
Namun ide internet untuk kaum miskin itu tampaknya akan menghadapi kendala. Disebutkan beberapa anggota parlemen mengeluhkan program internet murah yang dinamakan juga Obamaphone.
Di Indonesia, Badan
Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menyatakan, angka kemiskinan di Jakarta tahun
ini mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Meski demikian,menurunnya angka
kemiskinan bukan disebabkan kinerja pemerintah dalam hal penyerapan anggaran,
melainkan lebih kepada banyak terciptanya lapangan pekerjaan di sektorinformal.
"Angka
kemiskinan menurun karena lapangan kerja terbuka luas. Hanya sayangnya masih
kebanyakan di sektor informal yang masih berperan. Informal kita kan kuat.
Seharusnya, sektor-sektor formal digenjot juga supaya penyerapan APBD lebih
cepat lagi," kata Kepala BPS DKI Jakarta Nyoto Widodo di kantornya, Kamis
(1/10/2015).
Berdasarkan data yang dilansir BPS DKI, penurunan angka kemiskinan di Jakarta tahun ini mengacu pada jumlah penduduk miskin pada Maret 2015 yang mereka sebut hanya 398.920 jiwa atau setara 3,93 persen dari total jumlah penduduk di DKI Jakarta.
Jumlah tersebut lebih kecil 0,16 persen dari jumlah penduduk miskin pada September 2014 yang masih mencapai 412.790 jiwa atau setara 4,09 persen dari total jumlah penduduk.
Berdasarkan data yang dilansir BPS DKI, penurunan angka kemiskinan di Jakarta tahun ini mengacu pada jumlah penduduk miskin pada Maret 2015 yang mereka sebut hanya 398.920 jiwa atau setara 3,93 persen dari total jumlah penduduk di DKI Jakarta.
Jumlah tersebut lebih kecil 0,16 persen dari jumlah penduduk miskin pada September 2014 yang masih mencapai 412.790 jiwa atau setara 4,09 persen dari total jumlah penduduk.
Nyoto menyebut
sejumlah usaha informal yang ia sebut berhasil mengurangi angka kemiskinan,
yakni bisnis di bidang makanan dan layanan ojek berbasis aplikasi.
"Kuliner itu kan enggak pernah sepi di Jakarta, termasuk itu (ojek aplikasi). Walaupun katanya dimasalahkan, secara ekonomi itu meng-generate pertumbuhan ekonomi. Berapa banyak orang yang tertampung di Go-Jek, GrabBike, Uber," ujar dia.
Nyoto menekankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk lebih menggenjot penyerapan anggaran pada triwulan terakhir tahun ini. Sebab, kata dia, penyerapan anggaran sangat membantu pertumbuhan ekonomi. "Jadi, belanja pemerintah itu memberikan pengaruh positif pada pertumbuhan ekonomi. Teorinya begitu. Di samping belanja masyarakat, belanja pemerintah juga. Kalau sekarang penyerapan anggaran Pemerintah DKI rendah, pertumbuhannya tidak akan meningkat dengan cepat," ucap Nyoto.
"Kuliner itu kan enggak pernah sepi di Jakarta, termasuk itu (ojek aplikasi). Walaupun katanya dimasalahkan, secara ekonomi itu meng-generate pertumbuhan ekonomi. Berapa banyak orang yang tertampung di Go-Jek, GrabBike, Uber," ujar dia.
Nyoto menekankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk lebih menggenjot penyerapan anggaran pada triwulan terakhir tahun ini. Sebab, kata dia, penyerapan anggaran sangat membantu pertumbuhan ekonomi. "Jadi, belanja pemerintah itu memberikan pengaruh positif pada pertumbuhan ekonomi. Teorinya begitu. Di samping belanja masyarakat, belanja pemerintah juga. Kalau sekarang penyerapan anggaran Pemerintah DKI rendah, pertumbuhannya tidak akan meningkat dengan cepat," ucap Nyoto.
2.3 Hal yang
menjadi pemicu kemiskinan dalam teknologi
Pemerataan teknologi
membuatnya sulit didapat disetiap wilayah, disetiap kalangan, kemiskinan pun
menjadi penyebab besar dalam hal ini. Keinginan serta hak mengemban suatu
teknologi adalah hal yang sangat penting bagi perkembangan suatu negeri, sudah
sepatutnya tugas pemerintah serta kalangan tertentu untuk peduli akan adanya
ketiadaan bagi si miskin.
2.4 Dampak Teknologi
bagi Kemiskinan
a. Berkurangnya jumlah
pengangguran
b. Pendidikan yang lebih
efektif bagi semua kalangan, terutama bagi pelajar yang membutuhkannya
c. Meningkatkan produktivitas
dalam segala aspek
d. Menciptakan adanya timbal
balik antara si Kaya dengan si Miskin yang semakin jelas
2.5 Hal-hal
yang dapat dilakukan untuk mengatasi kemiskinan dengan teknologi
a.
Pemanfaatan dengan baik dari setiap orang
b.
Pemerataan teknologi di setiap wilayah terutama di daerah terbelakang
c.
Fasilitas yang sama baiknya bagi kaum miskin
d.
Pendidikan Teknologi bagi kaum miskin
BAB 3
3.1 Kesimpulan
Teknologi adalah salah
satu hak yang harus dirasakan semua orang, fungsinya yang bermanfaat bagi
kehidupan dapat dijadikan pacuan dalam kegiatan. Kemiskinan diharapkan
berkurang dengan adanya teknologi, berbagai dampak diharapkan dapat
ditanggulangi dengan cermat.
3.2 Saran
a. Teknologi sarana
perkembangan manusia sudah selayaknya dapat dinikmati bagi semua kalangan
b. Perkembangan zaman mesti
disadari seksama agar adanya pemerataan ilmu teknologi
c. Pendidikan sebagai lembaga awal dalam suatu
penyebaran informasi diharapkan dapat menjadikan teknologi sebagai sarana yang
penting dalam perkembangannya
DAFTAR PUSTAKA
https://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan
https://www.selasar.com/ekonomi/ojek-aplikasi-berhasil-turunkan-kemiskinan-di-jakarta



Tidak ada komentar:
Posting Komentar