Gunadarma

Uug

Minggu, 10 Januari 2016

TEKNOLOGI BAGI SI MISKIN

MAKALAH

TEKNOLOGI BAGI SI MISKIN





  Penyusun       :

Nama             : Hisyam Sukri Ariefian
NPM              : 17315830
Fakultas         : Teknik Sipil dan Perencanaan
Jurusan          : Teknik Sipil
Dosen            : Emilianshah Banowo



JURUSAN TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS GUNADARMA
2015









PRAKATA

            Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan inayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul“ TEKNOLOGI BAGI SI MISKIN

Sekiranya bahwa selesainya karya tulis ilmiah ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasi kepada:
      -     Bapak Emilianshah Banowo;
      Selaku Dosen pengajar Ilmu Sosial Dasar.

Makalah ini ditulis berdasarkan konflik terhadap pelajar di Indonesia. Upaya telah dilakukan penulis untuk mendapatkan hasil terbaik dalam makalah ini. Penulis menyadari bahwa karya tulis ini tak lepas dari kesalahan dan kekurangan dikarenakan kemampuan penulis yang terbatas. Oleh karena itu penulis mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca guna kesempurnaan karya tulis ini. Penulis berharap semoga karya tulis ini dapat bermanfaat serta menambah pengetahuan bagi pembaca.










     Depok,9 Januari 2016





                                                                                                  Hisyam Sukri Ariefian
                                                         
  
















DAFTAR ISI
Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
BAB I PENDAHULUAN 1
1.1 Latar Belakang Masalah 1
1.2 Rumusan Masalah 1
1.3 Tujuan Penulisan 1
1.4 Metode Penulisan 2
1.5 Sistematika Penulisan Masalah 2

BAB II PEMBAHASAN 3
2.1 Pengertian 3
2.2 Faktor- faktor teknologi bagi si miskin 4
2.3 Hal yang menjadi pemicu kemiskinan dalam teknologi 7
2.4 Dampak Teknologi bagi Kemiskinan 7

2.5 Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi kemiskinan dengan teknologi........................7



BAB III 7
3.1 Kesimpulan 7

3.2 Saran 7
3.2 Daftar Pustaka..........................................................................................................................8




               



BAB 1

PENDAHULUAN.

1.1. Latar Belakang Masalah

Teknologi informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk mengambil keputusan. Teknologi komunikasi merupakan perluasan dari ilmu komunikasi dengan basis teknologi seperti wireless, internet, faximille, komputer dan sebagainya.
         
            Penggunaannya yang tidak merata sangatlah berdampak bagi kaum yang kekurangan, fasilitas pun dipastikan tidaklah efektif di negara berkembang. Teknologi sendiri memiliki berbagai dampak bagi kaum kekurangan, negatif, maupun positif, bidang pendidikan hingga ekonomi bagi si miskin.


1.2. Rumusan Masalah

Dari latar belakang masalah tersebut diatas ditemukan masalah pokok yang akan  dibahas diantaranya adalah sebagai berikut:
1.  Apa itu teknologi ?
2.  Faktor teknologi bagi si miskin?
3.  Hal pemicu apa yang menjadikan pemicu kemiskinan dalam teknologi?
4.  Dampak teknologi bagi kemiskinan?
5.  Bagaimana solusi untuk mengurangi kemiskinan dengan teknologi?


1.3. Tujuan penulisan

Adapun tujuan yang ingin di capai dari penulisan karya ilmiah ini adalah untuk menjawab rumusan masalah diatas, yakni:

1. Menjelaskan apa itu Teknologi;

2. Mengetahui latar belakang Teknologi bagi Kaum Miskin;

3. Menjelaskan dampak teknologi bagi kemiskinan;

4.Menjelaskan cara mengatasi kemiskinan dengan teknologi.

5.Hal-hal untuk mengurangi kemiskinan dengan Teknologi.



1.4. Metode Penulisan

Penulisan dilakukan dengan mengumpulkan sumber-sumber yang relevan dengan bahasan  sumber tulisan ; Pengkritikan terhadap kebenaran sumber tersebut baik kritik eksternal maupun kritik internal; Menginterpretasikan sumber-sumber yang didapat, dan menyusunya dalam sebuah historiografi. Kami berusaha menampilkan sebuah kajian sejarah lokal yang kritis dengan interpretasi yang mendalam.



1.5. Sistematika Penulisan Makalah

Untuk menguraikan isi dari makalah ini, kami membuat sistematika penulisan untuk mempermudah pembaca dalam memahami isi makalah. Dimulai dengan kata pengantar kemudian dilanjutkan dengan Bab 1 Pendahuluan, Bab 2 Pembahasan, Bab 3 Kesimpulan dan Saran, dan terakhir Daftar pustaka.

















BAB 2

Pembahasan.

2.1 Pengertian
Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan, dan kenyamanan hidup manusia.
Penggunaan teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana. Penemuan prasejarah tentang kemampuan mengendalikan api telah menaikkan ketersediaan sumber-sumber pangan, sedangkan penciptaan roda telah membantu manusia dalam beperjalanan, dan mengendalikan lingkungan mereka. Perkembangan teknologi terbaru, termasuk di antaranya mesin cetak, telepon, dan Internet, telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara bebas dalam skala global. Tetapi, tidak semua teknologi digunakan untuk tujuan damai; pengembangan senjata penghancur yang semakin hebat telah berlangsung sepanjang sejarah, dari pentungan sampai senjata nuklir.
Teknologi telah memengaruhi masyarakat dan sekelilingnya dalam banyak cara. Di banyak kelompok masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi (termasuk ekonomi\ global masa kini) dan telah memungkinkan bertambahnya kaum senggang. Banyak proses teknologi menghasilkan produk sampingan yang tidak dikehendaki, yang disebut pencemar, dan menguras sumber daya alam, merugikan, dan merusak Bumi dan lingkungannya. Berbagai macam penerapan teknologi telah memengaruhi nilai suatu masyarakat, dan teknologi baru seringkali mencuatkan pertanyaan-pertanyaan etika baru. Sebagai contoh, meluasnya gagasan tentang efisiensi dalam konteks produktivitas manusia, suatu istilah yang pada awalnynya hanya menyangku permesinan, contoh lainnya adalah tantangan norma-norma tradisional.
bahwa keadaan ini membahayakan lingkungan, dan mengucilkan manusia; penyokong paham-paham seperti transhumanisme dan tekno-progresivisme memandang proses teknologi yang berkelanjutan sebagai hal yang menguntungkan bagi masyarakat, dan kondisi manusia. Tentu saja, paling sedikit hingga saat ini, diyakini bahwa pengembangan teknologi hanya terbatas bagi umat manusia, tetapi kajian-kajian ilmiah terbaru mengisyaratkan bahwa primata lainnya, dan komunitas lumba-lumba tertentu telah mengembangkan alat-alat sederhana, dan belajar untuk mewariskan pengetahuan mereka kepada keturunan mereka.
Kemiskinan adalah keadaan di mana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan, dll.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
·         Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
·         Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi. Gambaran kemiskinan jenis ini lebih mudah diatasi daripada dua gambaran yang lainnya.
·         Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia. Gambaran tentang ini dapat diatasi dengan mencari objek penghasilan di luar profesi secara halal. Perkecualian apabila institusi tempatnya bekerja melarang.
Kedua hal ini sangatlah berhubungan, menciptakan suatu keuntungan maupun kerugian bagi manusia dalam teknologi, pengurangan kemiskinanpun diharapkan ada karena teknologi, namun penyebarannya yang tidak memadai menjadi salah satu permasalahan yang ada, kesenjangan si Kaya dan si Miskin pun terasa sangat nyata dengan adanya teknologi.


2.2       Faktor- faktor Teknologi bagi Si Miskin

1.1  Teknologi Pendidikan bagi Si Miskin
Teknologi sebagai bagian dari ilmu pengetahuan dan teknologi secara umum adalah semua yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi. Dalam bidang pendidikan, Teknologi banyak memiliki peranan. Teknologi Informasi seakan telah menjadi pengalih fasihan buku, guru dan sistem pengajaran yang sebelumnya masih bersifat konvensional. Teknologi Informasi menyebabkan ilmu pengetahuan menjadi kian berkembang dan berkembang. Namun, teknologi juga memiliki dampak positif dan negative terhadap kehidupan, salah satunya yang menonjol adalah di bidang pendidikan.
Teknologi yang memiliki peranan untuk mengikuti perkembangan zaman sangatlah penting bagi penyebarannya ke seluruh wilayah maupun kalangan, perkembangannya yang pesat menyebabkan adanya ketertinggalan untuk beberapa orang yang menikmatinya, terutama kaum miskin, ketiadaan biaya membuat mereka lambat akan mendapatkan konsumsi perkembangannya, fasilitas pemerintah pun dirasa sangat berat karena pembiayaan yang tinggi. Namun dengan adanya sekolah yang berfasilitas Teknologi dapat mengurangi adanya lambat pengetahuan teknologi bagi kaum si miskis, namun dapat dipastikan pula, hanyalah sekolah-sekolah “mahal” yang memfasilitasi itu, adapun sekolah yang memiliki cangkupan Teknologi yang memadai bagi kaum miskin tidaklah banyak dan tidak menyebar keberadaannya.
1.2 Teknologi Ekonomi bagi Si Miskin
Dalam perekonomian suatu negara, teknologi informasi mulai dirasa mempunyai peran yang penting dalam perekonomian suatu negara karena dengan berkembangnya teknologi informasi, perekonomian suatu negara mulai memperlihatkan perubahan yang cukup signifikan. Banyak hal yang dirasa berbeda dan berubah dibandingkan dengan cara yang berkembang sebelumnya. Saat sekarang ini jarak dan waktu bukanlah sebagai masalah yang berarti untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, berbagai aplikasi tercipta untuk memfasilitasinya. Perekonomian suatu negara dapat dilihat dari perkembangan teknologi informasi dan komunikai di negara tersebut. Semakin tinggi perkembangan teknologi informasi maka semakin tinggi pula pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Namun perkembangan teknologi informasi ini juga memiliki sisi negatif, dimana banyak penyalahgunaan teknologi dalam melakukan tindak kriminal.
Namun seiring berjalannya waktu, teknologi dapat mengurangi tingkat kemiskinan suatu wilayah, mengurangi jumlah pengangguran, penambahan pendapatan, hingga dipermudahnya suatu usaha karena adanya teknologi itu semua dapat dimanfaatkan oleh beberapa orang yang dapat mengatur adanya teknologi sebagai ladang pendapatan.
Kemajuan teknologi adalah sesuatu hal yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuanm ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif dari kemajuan teknologi dalam kehidupan manusia.
Di Amerika Serikat Regulator telekomunikasi mengungkapkan rencana untuk mensubsidi internet berkecepatan tinggi bagi kalangan rumah tangga miskin. Hal itu disampaikan oleh Ketua Komunikasi Federal, Tom Wheeler. Badan komunikasi itu, kata Wheeler, telah mengajukan rencana untuk memeriksa program Lifeline, yang memberikan layanan telepon sampai akses online murah bagi masyarakat berpendapatan rendah. "Akses pita lebar (broadband) adalah penting untuk mencari pekerjaan, lebih dari 80 persen pekerjaan di Fortune 500 (perusahaan besar dunia) dibuka secara online," ujat Wheeler dalam postingan di blog organisasi dikutip dari Economictimes, Jumat 29 Mei 2015. Ia mengatakan gagasan itu juga didorong oleh para perusahaan yang makin membutuhkan calon karyawan yang memiliki keahlian literasi digital dasar.
"Jadi kita tergantung pada pita lebar untuk mengelola dan menerima perawatan kesehatan, dan membantu anak kita mengerjakan pekerjaan rumah mereka," kata dia. 

Tuntutan untuk memiliki kemampuan digital itu sayangnya berbenturan dengan kondisi penghasilan rumah tangga di negeri Paman Sam. Disebutkan hampir 30 persen orang Amerika, mayoritas berpenghasilan rendah. Mereka, kata Wheeler, masih lemah untuk mengakses layanan pita lebar. "Sementara lebih dari 95 persen rumah tangga dengan pendapatan lebih dari US$150 ribu sudah (cukup) pita lebar, hanya 48 persen dari mereka yang membuat kurang dari US$25 ribu yang telah memiliki layanan pita lebar di rumah," ungkap dia. Wheeler mengatakan hampir setengah dari rumah tangga berpenghasilan rendah di Amerika terpaksa harus membatalkan layanan ponsel pintar karena kesulitan keuangan."Dunia pita lebar 'kaya' dan 'miskin' adalah dunia yang mana tak satu pun dari kita akan memiliki kesempatan menikmati buah dari pita lebar yang ditawarkan," kata dia. 
Namun ide internet untuk kaum miskin itu tampaknya akan menghadapi kendala. Disebutkan beberapa anggota parlemen mengeluhkan program internet murah yang dinamakan juga Obamaphone.
 

Di Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menyatakan, angka kemiskinan di Jakarta tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Meski demikian,menurunnya angka kemiskinan bukan disebabkan kinerja pemerintah dalam hal penyerapan anggaran, melainkan lebih kepada banyak terciptanya lapangan pekerjaan di sektorinformal.


"Angka kemiskinan menurun karena lapangan kerja terbuka luas. Hanya sayangnya masih kebanyakan di sektor informal yang masih berperan. Informal kita kan kuat. Seharusnya, sektor-sektor formal digenjot juga supaya penyerapan APBD lebih cepat lagi," kata Kepala BPS DKI Jakarta Nyoto Widodo di kantornya, Kamis (1/10/2015).
Berdasarkan data yang dilansir BPS DKI, penurunan angka kemiskinan di Jakarta tahun ini mengacu pada jumlah penduduk miskin pada Maret 2015 yang mereka sebut hanya 398.920 jiwa atau setara 3,93 persen dari total jumlah penduduk di DKI Jakarta.
Jumlah tersebut lebih kecil 0,16 persen dari jumlah penduduk miskin pada September 2014 yang masih mencapai 412.790 jiwa atau setara 4,09 persen dari total jumlah penduduk.


Nyoto menyebut sejumlah usaha informal yang ia sebut berhasil mengurangi angka kemiskinan, yakni bisnis di bidang makanan dan layanan ojek berbasis aplikasi.
"Kuliner itu kan enggak pernah sepi di Jakarta, termasuk itu (ojek aplikasi). Walaupun katanya dimasalahkan, secara ekonomi itu meng-generate pertumbuhan ekonomi. Berapa banyak orang yang tertampung di 
Go-Jek, GrabBike, Uber," ujar dia.
Nyoto menekankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk lebih menggenjot penyerapan anggaran pada triwulan terakhir tahun ini. Sebab, kata dia, penyerapan anggaran sangat membantu pertumbuhan ekonomi. "Jadi, belanja pemerintah itu memberikan pengaruh positif pada pertumbuhan ekonomi. Teorinya begitu. Di samping belanja masyarakat, belanja pemerintah juga. Kalau sekarang penyerapan anggaran Pemerintah DKI rendah, pertumbuhannya tidak akan meningkat dengan cepat," ucap Nyoto.

2.3    Hal yang menjadi pemicu kemiskinan dalam teknologi

                Pemerataan teknologi membuatnya sulit didapat disetiap wilayah, disetiap kalangan, kemiskinan pun menjadi penyebab besar dalam hal ini. Keinginan serta hak mengemban suatu teknologi adalah hal yang sangat penting bagi perkembangan suatu negeri, sudah sepatutnya tugas pemerintah serta kalangan tertentu untuk peduli akan adanya ketiadaan bagi si miskin.


2.4    Dampak Teknologi bagi Kemiskinan

a.       Berkurangnya jumlah pengangguran
b.       Pendidikan yang lebih efektif bagi semua kalangan, terutama bagi pelajar yang membutuhkannya
c.       Meningkatkan produktivitas dalam segala aspek
d.       Menciptakan adanya timbal balik antara si Kaya dengan si Miskin yang semakin jelas

2.5    Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi kemiskinan dengan teknologi

a.     Pemanfaatan dengan baik dari setiap orang
b.     Pemerataan teknologi di setiap wilayah terutama di daerah terbelakang
c.      Fasilitas yang sama baiknya bagi kaum miskin
d.     Pendidikan Teknologi bagi kaum miskin

BAB 3

3.1 Kesimpulan
             
            Teknologi adalah salah satu hak yang harus dirasakan semua orang, fungsinya yang bermanfaat bagi kehidupan dapat dijadikan pacuan dalam kegiatan. Kemiskinan diharapkan berkurang dengan adanya teknologi, berbagai dampak diharapkan dapat ditanggulangi dengan cermat.

3.2 Saran

a.       Teknologi sarana perkembangan manusia sudah selayaknya dapat dinikmati bagi semua kalangan
b.       Perkembangan zaman mesti disadari seksama agar adanya pemerataan ilmu teknologi
c.       Pendidikan sebagai lembaga awal dalam suatu penyebaran informasi diharapkan dapat menjadikan teknologi sebagai sarana yang penting dalam perkembangannya



DAFTAR PUSTAKA



https://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan



https://www.selasar.com/ekonomi/ojek-aplikasi-berhasil-turunkan-kemiskinan-di-jakarta







Tidak ada komentar:

Posting Komentar